Setelah kenalan kami di kapal turun terlebih dahulu (di daerah Panjang) kami bingung nantinya turun dimana. terus sampai Raja Basa atau Turun di tempat paling deket dengan jalur angkot ke pusat kota. Atas nasihat kondektur bis, kami turun di Perempatan Kalibalok. Menjejakkan kaki pertama di propinsi lampung selain di pelabuhan. tanpa di komando kami langsung menuju bangku tukang mie ayam di deket pom bensin Kali balok.
Memesan mie. cape laper plus bingung setelahnya mau kemana. hari sudah sore. menjelang maghrib. sambil menikmati mie ayam kami ngobrol. akhirnya kami cerita bahwa ini pertama kalinya kami di lampung. KAmi juga bertanya barangkali dia punya informasi tentang kos yang aman dan murah.
Bapak mie ayam bilang, "kalo udah malem susah cari kos, mendingan besok pagi saya anter" kami menurut aja. mungkin dia tahu kebingungan kami. dia bilang lagi
"ntar malem nginep tempat saya ga papa, dari pada di hotel mahal".
Plong.. kami lega, setidaknya malam nanti sudah ada pandangan tidur dimana.
Selesai makan mie, kami permisi mau jalan ke pusat kota membeli keperluan kami, sekalian nyari kos.
Bapak itu sungguh baik ia bilang "Ia, nyari dulu, ntar kalo sampe malam belum dapet, balik sini lagi ya".
Sebelum jalan kami ke wc umum di pom bnesin tersebut. ada musolla kecil sepi. aku masuk.
say bertanya, mau ngapain? "sholat". "emang bawa mukena??". aku mengeluarkan, mukena dari dalam tasku. tas ranselku cuma berisi satu setel pakaian ganti, handuk dan mukena. minimalis.
"mas sholat juga ya??". menunggu say selesai sholat, aku ke kamar mandi. keluar dari kamar mandi aku kembali ke mushola. aku melihat say, matanya berkaca-kaca.
"napa mas??"
"aku lupa tahyat akhirnya".. aku membaca bacaan tahyat akhir, say mengikuti kemudian mengulangi
sholatnya. selesai, dia berdoa, matanya teap berkaca-kaca. Aku melihat wajah say paling indah selama aku mengenal dan bersamanya. wajah yang penuh pengabdian tulus kepada Allah.
Kami naek angkot ke Ramayana. Aku mencari perlengkapan mandi setelah selesai aku bertemu say, dia membawa 1 kotak lactamil dan teko pemanas air. Aku terharu, dalam keterbatasan kami, say tetep memprioritaskan aku dan bayi di perutku. keluar dari ramayana, kami mencari angkot kembali ke tempat tukang mie ayam tadi. niatnya mau cari kos di sekitar situ. BUT.. kami lupa, lokasi tadi namanya apa. bener lupa. Kami ke pos polisi. Pertanyaan kami juga sungguh bodoh "Pak, pertigaan antara bakauheni rajabasa yang ke arah tanjung karang namanya apa??? Pak polisi tambah bingung dengan pertanyaan kami. kami juga bingung. Akhirnya aku inget, di depan pom bensin itu ada hotel namanya hotel nusantara. polisi itu berpikir lama, nanya ke temen temennya dan di bilang "Kali balok?" "YAK!!!"
Sampai kembali di tempat tukang mie ayam, dagangannya sudah hampir habis. Dia mengenalkan kami ke temen temennya yang berjualan di deketnya. mereka semua baik. Salah satu temennya, Pak gendut bilang," ntar dari pada nginep tempat mas yanto(Bpk mie ayam), di rumah saya aja, ada kamar kosong". Kami bahagia dengan keramahan dan ketulusan mereka. bahkan Pak bambang (pedaganng asongan) menyuruh istrinya mengantar kami mencari kos. kami menurut aja. saat itu sudah jam 10 malam. Bu bambang mengetuk rumah2 di lingkungan tempat tinggalnya yang kira kira masih terima kos. ternyata sudah terisi semua. salah satu yang masih kosong empunya rumah tidak ada, kami harus kembali besoknya.
Kembali ke kumpulan pedagang tadi sambil bilang bahwa tidak dapet kos.. Hasil rembugan kami dan para pedagang, kami menginap ditempat pak Gendut. saat itu aku bener bener melihat orang orang tulus tulus tulus. mereka tidak mengenal kami tapi mau menolong kami tanpa pamrih.. bahkan pak gendut meninggalkan dagangannya sebentar dan mengantarkan kami ke rumahnya. Dia kembali ke lagi ke dagangannya setelah memperkenalkan kami pada istrinya dan bilang bahwa kami mau menginap.
to be continue
1 komentar:
wow
Posting Komentar