http://www.blogger.com/html?blogID=5322368013306944336

dan lahirlah katara bukan kinnara part #7

*Targetku, sebelum adeknya kat lahir, cerita ini tamat. Tapi mood ini muncul tanpa kita tahu waktunya*.

Besoknya dari karang kami ke Bandar Jaya. Temenku bilang turun aja di masjid istiqlal depan pasar Bandar jaya, kalo sudah nyampe situ telp. Ancer-ancer yang gampang dan mudah di ingat.

Setelah sampai bandar kami di kenalin dengan ortu temenku. Mereka heran, bahwa kami tidak punya tujuan pasti dan tidak ada saudara di sini. Ketika di tanya kenapa memilih Lampung, kami bilang karena lampung itu udah luar jawa. Dan bekal kami Cuma sampai lampung. Mungkin kalo ada bekal lebih banyak kami bisa sampai batam.

Ortu temenku (pak Haji) menyuruh kami tinggal di rumahnya sambil mencarikan posisi yang pas buat kami. singkat cerita, kami pindah dari karang ke rumah temenku di bandar jaya. Kebetulan apotek temenku baru buka, jadi aku bekerja di situ. Sedang say kerja di dealer tempat suaminya.
Kebetulan temenku juga lagi hamil, selisih dua bulan dengan kehamilanku. Jadi kami bisa rujakan bareng, baca buku2 tentang kehamilan dan saling curhat tentang keluhan – keluhan kami selama hamil.

Ketika temenku lahiran, kehamilanku udah usia tujuh bulan. kami berencana untuk mengontrak rumah. Karena rikuh dan gak enak jika selamanya harus nebeng. Makan gratis dan segalanya gratis. Setelah mendapat rumah yang cocok walo agak masuk kampung, kami menyampaikan hal ini ke Pak Haji. Ternyata pak haji tidak memperbolehkan kami mengontrak rumah. Alasannya masuk di akal. Pertama, kalo mengontrak kami harus mengeluarkan duit lebih, kedua tempatnya jauh dari tempat kerja kami. ”nanti bapak cari tempat yang pas, jangan ngontrak dulu” kata beliau.

Pak Haji merehab salah satu rumahnya yang kosong.menyuruh tukang merapikannya. Dan yang membuat kami terharu, dipasang juga pompa air sehingga kami tidak perlu menimba. Bu Haji menyuruhku ke toko pecah belah dan toko mebelnya untuk melengkapi keperluan kami. “Bayarnya di cicil kalo sudah ada mbak, saya udah telp karyawan di toko”.

Pertama aku ke toko pecah belah. Aku pikir pasti hampir sejutaan buat beli perabotan dapur. Ternyata kami di kasih harga amat miring. Bermacam perabot termasuk kompor minyak, panci wajan, piring , gelas, sendok , garpu, ember, lap, sapu, pel, kursi kecil, telnan, piso, rak piring, gayung, bak, toples, pengki, galon, pompa galon, irus, sutil, sikat wc, setrika, spon, sikat cuci, sendok kayu, dll Cuma habis 349000. amat sangat murah. Aku masih menyimpan nota bertanggal 12 juli 2008 itu, yang juga hari pertama kami menempati rumah ini.

Kemudian aku ke toko mebel. Yang kami butuhkan Cuma lemari dan kasur. Untuk menghemat budget, kami kami tidak memakai tempat tidur. Tapi Bu Haji menelponku
Dan menerangkan bahwa untuk orang setelah melahirkan, dari berdiri dan kemudian tidur di bawah atau duduk di bawah itu susah. Jadi harus pake tempat tidur. ”kalo uangnya belum ada bayar belakangan gpp mbak”

To be continue

0 komentar:

Posting Komentar

Video Gallery