td pagi kpasar, skalian buang sampah. Waktu mau brkt kanjeng masi tiduran. Ah biarlah, biasanya minta anter.
Jarak dari rumah kpasar ga jauh skitar 200m, jd masi bisa jalan kaki.
Abis dari t4 pembuangan sementara lgs ke pasar. Yg ku beli cuma lauk matang bwat kami sarapan. Aku langsung pulang.
Tp bress.. Hujan lebat datang tiba tiba. Aku minggir mencari t4 bteduh. Bareng sama pdagang2 dan ibu2 yg terjebak hujan. Skitar 10menit aku cuma diam bdiri di bwah lapak pdagang sayur. Wah laper neh, paling kanjeng drumah merasakan hal yg sama.
Aku nekat menerobos hujan. Beberapa mata melihatku aneh. Mungkin pikir mereka 'ini bunting nekat amat'. Aku terus berjalan, bajuku stengah basah. Tpi dari arah berlawanan aku melihat sosok jangkung dengan payung kuning bjalan ke arahku.
'kanjeng??'
kanjeng menjemputku, tanpa aku minta, tanpa aku bilang posisiku dimana. Seandainya aku masi dbwah lapak blum tentu menemukanku. Dan meringkuk dbawah selimut 100x lebih nyaman daripada berjalan menerobos hujan untuk menjemputku.
Aku masi terharu ktika kanjeng menarik bdanku mendekat agar tdak tkena cipratan aer.
Aku lupa kapan terakhir kali kanjeng bilang cinta. Tapi cinta bisa bicara tanpa kata.
0 komentar:
Posting Komentar